Sistem Pakar pada Bidang Pertanian

Tidak heran Indonesia dijuluki sebagai negara agraris karena sektor pertanian merupakan salah satu sektor perekonomian terbesar di Indonesia. Indonesia masih berusaha meningkatkan sektor pertaniannya. Swasembada pangan pun digalakkan. Pada tahun 2017, Indonesia sudah menghentikan impor beberapa komoditas pangan.

Dengan potensi dan usaha yang dimiliki pertanian Indonesia tentunya pertanian Indonesia akan menjadi maju. Dan dengan teknologi akan memudahkan petani-petani untuk meningkatkan kualitas hasil ladangnya. Beberapa teknologi sistem cerdas dalam sektor pertanian akan dibahas pada berikut ini.

1. SIPADI

Puslitbang Tanaman Pangan merancang sistem Pakar Budi Daya Padi (SIPADI) Versi 3.0 yang dioperasionalkan dengan komputer. Dengan sistem pakar ini, dapat ditentukan teknik budi daya padi spesifik lokasi, mencakup penggunaan varietas yang cocok, macam dan takaran pupuk yang efisien, pengelolaan benih, jarak tanam, umur bibit, dan sebagainya.

Perkiraan hasil dan keuntungan yang akan diperoleh dari penerapan teknologi budi daya spesifik lokasi juga dapat dilihat melalui SIPADI, setelah memasukkan data yang diperlukan. SIPADI mudah dioperasikan karena menggunakan program Excel.
(sumber: http://pangan.litbang.pertanian.go.id/repositori-9.html)

2. SIPALE

Penyusunan sistem pakar kedelai ini dimaksudkan untuk mempermudah penggunan seperti petani maju, ketua kelompok tani, penyuluh, peneliti, mahasiswa, peminat budidaya tanaman kedelai lainnya untuk lebih mengetahui cara-cara budidaya tanaman kedelai secara tepat untuk suatu lokasi, yang kini penggunaan teknologi computer telah banyak dikuasai.

Dengan penguasaan sistem pakar budidaya kedelai secara tepat oleh pengguna dapat terlaksana, sehinga pendapatan petani kedelai dapat ditingkatkan dan swasembada kedelai dapat dicapai.

3.Aplikasi Smartphone Pemantau Tanaman


Sumber: Habibi Garden

Terobosan yang dilakukan oleh perusahaan startup bernama Habibi Garden ini patut diapresiasi, karena dengan Habibi (nama aplikasi tersebut) maka petani akan dapat dengan mudah memantau mengukur kelembapan dan mengukur nutrisi yang dibutuhkan tanaman secara real time. Hal ini tentu dapat membantu petani mengurangi risiko kegagalan panen.

Cara kerjanya pun cukup sederhana, yakni hanya dengan meletakan alatnya di perkebunan atau lahan yang ditanami komoditi sayuran atau lainnya. Dengan kata lain, lahan pertanian atau perkebunan tidak masalah ditinggalkan pemiliknya karena dia bisa memantaunya lewat sentuhan smartphone. Layanan IOTnya menggunakan memanfaatkan sensor realtime terhadap intensitas cahaya, kelembaban, kelembaban, dan tanaman nutrisi. Perangkat ini mengumpulkan informasi dan mengolahnya sehingga mereka dapat memberitahu petani dan menunjukkan beberapa informasi yang berguna tentang tanaman.


Sumber
http://pangan.litbang.pertanian.go.id
https://news.trubus.id/baca/5146/7-temuan-teknologi-pertanian-inovatif-di-2017
https://www.pioneer.com/web/site/indonesia/Kondisi-Pertanian-Indonesia-Apakah-Bisa-Maju
http://www.habibigarden.com/

Komentar

Postingan Populer